Milyaran Rupiah Tanpa Ikatan, Beasiswa Sampoerna University Jadi Sorotan Badan Anggaran DPRD Kota Manado

steven, 12 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

MANADO-Badan Anggaran DPRD Kota Manado menyoroti dana beasiswa sebesar 4 Milyar Rupiah yang akan digelontorkan oleh Dinas Pendidikan Kota Manado pada tahun 2020 nanti, pasalnya ada anggaran sebesar Rp. 2,35 Milyar ternyata hanya diperuntukkan buat 3 orang yang akan mengikuti kuliah di Sampoerna University, parahnya lagi setelah lulus kuliah ternyata ketiga mahasiswa penerima beasiswa yang bersumber dari APBD Kota Manado tidak ada ikatan kerja.

Hal tersebut terungkap pada saat pembahasan KUA-PPAS 2020 yang dilaksanakan di ruang rapat Paripurna, Senin (11/11/19) antara Badan Anggaran DPRD Kota Manado bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Manado.

Dimana pada rapat tersebut, ketika diberi kesempatan menjelaskan anggaran dan kegiatan pada Dinas Pendidikan Kota Manado, Kepala Dinas Pendidikan, DR.Drs Daglan Walangitan M.Pd menjelaskan bahwa instansinya mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 4 Milyar untuk beasiswa, dengan rincian Rp. 2,35 Milyar untuk 3 orang kuliah di Sampoerna University selama 4 tahun dan sisanya Rp. 1 Milyar sekian beasiswa untuk kuliah S1 dan S2 dan S3.

"Selama 4 tahun untuk 3 Mahasiswa tersebut di anggarkan Rp. 2,35 Milyar," ucap Kadis Pendidikan, Drs. Daglan Walangitan M.Pd.

Mendengarkan hal tersebut, anggota Banggar DPRD Kota Manado, Rosalita Manday S.Si menginterupsi dan mempertanyakan hal tersebut.

" Ketika mereka sudah selesai dalam tahap pembelajarannya, apakah ketiga mahasiswa tersebut bekerja untuk Pemerintah Kota ?" tanya Rosalita Manday.

"Sebagaimana isi dari perjanjian kerjasama Sampoerna University dengan Pemerintah Kota Manado, tidak mengikat mereka harus datang di Manado, mereka diberikan keleluasaan untuk bisa juga ditempatkan almamater mereka untuk bekerja di perusahaan yang sudah punya link dengan Sampoerna University," ucap Drs.Daglan Walangitan M.Pd.

"Biaya yang dikeluarkan untuk mereka cukup besar, dengan 2,3 Milyar untuk memberikan beasiswa ke mereka, kalau mereka tidak diberdayakan untuk Pemerintah Kota, ini anggaran Pemerintah berarti ini uang masyarakat," ucap Rosalita Manday.

" Kalau memang mereka ini tidak dipekerjakan di Pemerintah Kota, menurut saya ini sia-sia dengan biaya sebesar ini, anggaran ini bisa saja kita keluarkan untuk beasiswa orang-orang atau anak-anak yang tidak mampu, kalau begitu mungkin bisa lebih bermanfaat, sepertinya ini harus dikaji kembali," ucap Rosalita Manday.

Salah satu anggota Badan Anggaran DPRD Kota Manado, Benny Parasan juga berpendapat sebaiknya beasiswa sebesar 4 Milyar tersebut di drop off saja, saja kepada guru-guru saja agar tercapai UMP.(Steven Pande-iroot)

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu